Agustus 2016

[youtube src="KksjC3Dai6k"/]
Tarim adalah sebuah kota di negeri Yaman yang kesohor akan kegiatan keilmuan Islam. Dari sebuah pesantren yang dikenal dengan nama Rubath Tareem di kota inilah terus lahir ribuan ulama tiap tahunnya. Pelajar dan santri dari berbagai negeri pun banyak tertarik untuk mendatangi Tarim, sehingga makin banyak ulama sunni menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Rubath Tareem yang merupakan pesantren terbesar di Hadhramaut adalah perwujudan dari niat leluhur saadah Alawiyin yang menginginkan adanya sebuah tempat yang dapat menampung para pendatang dari luar kota Tarim atau Hadhramaut yang ingin menimba ilmu syar'i di kota ini.

Pada suatu ketika Sayyidina Al-Faqih Al-Muqqadam, leluhur saadah Alawiyin, berjalan melewati kota Tarim dan ketika sampai di suatu tempat (yang saat ini berdiri Rubath Tarim), dia berkata bahwa suatu saat di atas tanah ini akan berdiri sebuah tempat yang dipimpin salah seorang dari anak cucuku yang akan menjadi menara ajaran Islam ke seluruh penjuru negeri.

Hingga sekarang, Rubath Tareem telah meluluskan alumnus mutaakhirin, antara lain : Al-Habib Soleh bin Muhammad Baqir Al Attas (pengasuh Majelis Ta’lim Nurus Surur, Cawang), Al-Habib Salim bin Muhksin bin Jindan (pengasuh Majelis Ta’lim Ibnu Jindan, Otista), Al Habib Soleh bin Umar bin Jindan ( Banyuwangi), Ustadz Abbas Arfan Baraja (Cirebon), Ustazd Muhaimin Al-Hamimi (pengasuh Ma’had Bani Hamim, Banten), Al-Habib Umar bin Muhsin Alatas (pengasuh ma’had Babul Khairat Lawang, Malang), dan Insya Allah, Rubath Tarim akan terus melahirkan para ulama Ahlussunnah sampai akhir zaman.

Untuk Antum yang masih belum sempat berkunjung ke Tarim, liputan video di atas dapat memberikan sedikit gambaran suasana mengaji di kota santri yang ada di sana, dan mungkin bisa jadi pelipur rindu untuk Antum yang pernah mondok di sana. (elf)

Shalat merupakan suatu praktik ibadah yang melibatkan seluruh potensi manusia baik fisik, batin, dan spiritual yang sangat tinggi nilainya. Dengan melihat begitu istimewanya shalat, sehingga para pencari Allah berpikir bahwa lebih baik mati daripada tidak mengerjakan shalat.
Shalat Untuk Kesehatan (alasantri.com)
shalat untuk kesehatan
Sujud memiliki manfaat paling penting untuk kesehatan

I. Makna Shalat

Dalam bahasa Arab kata shalat bermakna doa, sedangkan menurut istilah berarti suatu ibadah yang diawali dengan takbiratut ihram dan diakhiri dengan salam. Jadi shalat adalah cara berdoa yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam beserta syarat dan rukun yang telah ditentukan.

Shalat adalah ibadah yang sangat dimuliakan. Perintah shalat tidak melalui malaikat, akan tetapi langsung dari Allah swt. saat Rasulullah saw. Isra' dan Mikraj. Praktik shalat adalah ibadah yang istimewa dan sangat sentral dalam agama Islam. Nabi Muhammad saw. telah bersabda yang artinya : “Perbedaan antara seorang yang beriman dengan yang tidak beriman kepada Allah adalah pelaksanaan shalatnya”.

Seorang ulama besar Syaikh Gharib Nawaz ra., telah memberikan komentar tentang pentingnya shalat:
  • Tanpa mengerjakan shalat, tidak seorang pun dapat mendekati Allah, karena shalat merupakan puncak dalam proses berserah diri kepada Allah.
  • Shalat merupakan jembatan untuk berdekatan dengan Allah.
  • Shalat merupakan keyakinan terhadap pengawasan Allah atas segala perbuatan manusia, suatu hubungan istimewa antara penyembah dan Yang Disembah.
Shalat merupakan suatu praktik ibadah yang melibatkan seluruh potensi manusia baik fisik, batin, dan spiritual yang sangat tinggi nilainya. Dengan melihat begitu istimewanya shalat, sehingga para pencari Allah berpikir bahwa lebih baik mati daripada tidak mengerjakan.shalat.

Shalat juga dikerjakan pada interval waktu yang sangat teratur sepanjang hari dan sama sekali tidak memberatkan. Waktu pelaksanannya ditentukan berdasarkan peredaran matahari dan planet-planet. Dimulai dari Shalat Subuh pada saat terbit fajar shodiq, Shalat Dzuhur kala matahari bergeser dari titik tengah lintasan matahari, Shalat Ashar ketika bayang-bayang telah melebihi ukuran sebenarnya, Shalat Maghrib ketika matahari terbenam, dan Shalat Isya’ setelah hilangnya mega merah sampai terbit fajar shodiq.

Dengan mengikuti waktu-waktu shalat ini, manusia secara sempurna akan menyelaraskan diri dengan gerakan-gerakan planet, perubahan-perubahan musim, dan beberapa variasi geografis. Dengan demikian manusia akan menjadi harmonis dengan siklus alam semesta.

II. Shalat dan Kesehatan

Setelah mengetahui shalat sebagai ibadah yang istimewa, maka dalam pelaksanaannya, shalat itu tidaklah dikerjakan hanya sekedar fisik tanpa memahami makna dan tanpa pengamalan dalam kehidupan sehari-hari. Jika demikian, maka akan sama jeleknya dengan orang-orang yang terjangkit virus “anti shalat”, yaitu mereka memunyai anggapan bahwa baik melakukan shalat atau tidak, tetap saja tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Maka dari itu mengerjakan shalat itu harus khusyuk, artinya sepenuh jiwa dan sepenuh raga. Itulah sebenar-benar shalat yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.

Shalat sendiri terdiri dari berdiri, membaca surat-surat al Qur'an, membungkuk (ruku'), bersujud, bersimpuh, dan mengulang-ulang doa tertentu yang dapat didengar. Sehingga dari keseluruan gerakan dan tindakan-tindakan tersebut melibatkan anggota tubuh, keseimbangan badan, konsenterasi pikiran dan melibatkan indera pendengaran.

Wudlu Bermanfaat pada Kekebalan Tubuh

Berwudlu merupakan sebuah syarat bagi seseorang yang akan melaksanakan sholat. Dan sudah barang tentu berwudlu itu menggunakan sarana berupa air yang thahir muthahir. Sedangkan air itu sendiri memiliki sifat-sifat yang sangat membantu kesehatan tubuh. Seperti halnya kemampuan air dalam menyerap dan menghisap panas, perangsang urat-urat syaraf dan mekanisme tubuh.

Sehingga dengan pelaksanaan wudlu yang benar, akan membawa beberapa kemanfaatan pada tubuh kita. Pertama, keberadaan kulit sebagai pagar pertama dari sistem pertahanan tubuh akan selalu bersih, sehingga fungsi kulit akan lebih optimal. Kedua, dengan menggosok sela-sela jari, maka saluran limfe yang juga berperan sebagai pertahanan akan berfungsi lebih baik. Ketiga, pemijatan di daerah tangan dan kaki, sesuai dengan ilmu akupuntur juga bermanfaat pada organ-organ dalam termasuk limfe yang sangat vital dalam sistem pertahanan tubuh.

Niat Shalat

Sebagai rukun shalat pertama yang dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram tentu memegang peranan yang sangat penting. Sehingga dengan niat shalat yang hanya karena Allah, maka godaan-godaan duniawi pun bisa disisihkan. Gangguan-gangguan inderawi bisa kita atasi. Stressor-stressor yang selalu mengelilingi dan hendak menghantam kita, justru akan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan yang serba fana ini. Maka orang yang ikhlas, emosinya akan stabil, sehingga saraf pusatnya bekerja optimal. Selanjutnya kelenjar-kelenjar akan mengendalikan sekresi hormon-hormon sters seperti kortisol, sehingga kekebalan tubuh kita akan meningkat.

Posisi Berdiri

Dengan kaki yang direnggangkan sejajar menghadap kiblat, maka akan terjadi penyelarasan tumpuan berat badan. Kemudian tumpuan berat badan yang merata di kedua sisi akan menyebabkan kompaksitas susunan tulang-tulang penyangga tubuh menjadi rata. Sehingga akan mengurangi resiko terjadinya patah tulang.
Berat tubuh yang menumpu di tungkai juga akan diproyeksi dan didistribusikan di sepanjang tungkai. Maka sesuai hukum Wolf posisi berdiri dalam shalat akan membuat tulang lebih padat.

Takbir

Pelaksanaan takbir yang benar dengan mengangkat kedua tangan, telapak tangan terbuka sampai ibu jari menyentuh bagian bawah daun telinga sambil mengucap “Allahu Akbar”, akan memberikan beberapa manfaat medis.

Ternyata pada setiap pengucapan huruf Allah itu akan memengaruhi penyembuhan psikologis. Secara fisiologis pengucapan huruf “A” dapat melapangkan sistem pernafasan serta berfungsi mengontrol gerak nafas. Kemudian saat mengucap huruf “Lam” jalalah juga menimbulkan pengaruh yang nyata terhadap relaksasi pernafasan. Dan saat pengucapan huruf terakhir “H” membuat kontak antara paru-paru dan jantung, yang pada gilirannya kontak ini dapat mengontrol denyut jantung.

Sehingga ketika ketiak sebagai stasiun regional utama bagi peredaran limfe (gelas bening) terbuka dan disertai dengan membaca Allahu Akbar, gerakan ini menjadi gerakan active dumping yang sangat bermanfaat.

Membaca Al Fatihah dan Beberapa Surat

Dengan benar-benar menghayati makna Al Fatihah dan al Quran, maka jiwa sang pembaca akan menjadi terang, dan di situlah terdapat obat yang sangat mujarab. Sesuai dengan firman Allah it pada Q.S Yunus : 57 yang artinya : "Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadaku pelajaran dari Tuhanmu (al Quran) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Dan menurut Syaikh Ghulam Moinuddin, bahwa membaca al Quran adalah latihan pernafasan yang terbaik.

Rukuk

Pada posisi rukuk yang benar, dengan posisi punggung horizontal membungkuk ke depan menjadikan kompresi antar ruas-ruas tulang belakang dapat berkurang. Dan disertai tangan menyangga serta memegang lutut, maka akan terjadi peregangan dan dapat dirasakan seperti ada tarikan di tulang punggung. Sensasi ini hanya terjadi bila dilakukan cukup waktu, sehingga sudah terjadi relaksasi otot-otot punggung. Dan di sinilah letak rahasia dari penyariatan tumakninah dalam shalat.

Sujud

Di antara pengaruh terpenting dari gerakan sujud adalah terhadap peredaran darah di otak.

...gerakan salam cukup bermakna untuk melatih kelenturan leher. Di samping itu juga dapat memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher, dan juga mengoptimalkan kelenjar- kelenjar getah bening yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh...

Elastisitas pembuluh darah merupakan faktor terpenting yang dapat mempertahankan tekanan darah. Debit darah yang naik karena posisi jantung lebih tinggi dari otak, dapat menjadi latihan bagi otak itu sendiri agar menambah elastisitas pembuluh darah. Sehingga .gerakan sujud juga bisa sebagai gerakan anti stroke. Dikarenakan stroke bisa terjadi ketika darah di otak tersumbat atau pecah, sehingga sebagian otak mengalami gangguan.

Salam

Tentu kita sudah mengetahui bahwa leher juga merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Di dalamnya terdapat banyak organ penting di antaranya tenggorokan, saraf otonom, saluran getah bening, kelenjar gondok dan masih banyak yang lainnya. Gerakan salam cukup bermakna untuk melatih kelenturan leher. Di samping itu juga dapat memperkuat otot-otot dan seluruh struktur leher, dan juga mengoptimalkan kelenjar-kelenjar getah bening yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Dengan demikian shalat yang didirikan sepenuh jiwa dan raga akan sangat berpengaruh baik terhadap kesehatan seseorang, terutama dapat meningkatkan kekebalan tubuh pelakunya. WallahuA'lam.

Guse
KakiLangit edisi 38 (Juni-Juli) 2010

[youtube src="_3phJE4jFUg"/]
Kebolehan seorang muslim memilih pemimpin non muslim akhir-akhir ini ramai dibicarakan hukumnya secara syar'i. Dalam video ini Buya Yahya menerangkan dengan jelas bagaimana hukumnya, dan seperti apa jika pertanyaan itu menyoal calon pemimpin non muslim yang adil dibandingkan muslim yang tidak adil.

Dalam video ini Buya juga menjelaskan bagaimana seharusnya sikap seorang muslim di daerah yang dipimpin oleh seorang non muslim. Apakah mereka berkewajiban keluar berhijrah meninggalkan tanah dan rumah milik mereka? Langsung saja tonton videonya.

Selamat belajar, semoga tontonan ini membawa manfaat untuk Anda.

siapakah aswaja
Alasantri.com - Muktamar (Konferensi) Chechnya dengan tajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah; Akidah, Fiqh dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas” yang digelar mulai hari Kamis (25-27/08/2016) berhasil merumuskan siapakah Ahlussunnah wal Jama'ah (ASWAJA) sebenarnya?.

Berikut ini kutipan hasil Mu'tamar Chechnya yang dihadiri Grand Syaikh al-Azhar, para mufti dan lebih dari 200 ulama Islam seluruh dunia.

بسم الله الرحمن الرحيم
أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد وأهل المذاهب الأربعة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علمًا وأخلاقًا وتزكيةً. - للقرآن الكريم حرم يحيطه من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وتحويل آياته إلى حياة وحضارة وآدابا وفنون وأخلاق ورحمة وراحة وإيمان وعمران وإشاعة السلم والأمان في العالم حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعلمين وسعادة في الدنيا والآخرة.
هذا المؤتمر نقطة تحول هامة وضرورية لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصره على أنفسهم وإخراج أهله منه.

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menganut Abu Hasan al-Asy'ari dan Abu Mansur al- Maturidi (al-Asya’irah dan al-Maturidiyah) dalam berakidah, menganut empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak— para ulama yang meniti jalannya.

Al-Quran al-Karim dikelilingi oleh tembok dari berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah Swt., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, merealisasikan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan, serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Hasil Muktamar yang diprakarsai Presiden Ramadhan Ahmed Kadyrov ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut berbahaya yang seringkali mendominasi pengertian “Ahlussunnah wal Jama’ah” sebagaimana upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini yang membatasi ASWAJA hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya. (elf)

Mekah hujan
kawasan Masjidil Haram yang banjir (liputan6.com)
Mekah hujan (alasantri.com) - Guyuran hujan deras menjadi berkah yang ditunggu-tunggu jemaah haji 2016 dari berbagai negara yang datang untuk melaksanakan ibadah penyempurna rukun Islam. Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu sore kemarin diguyur hujan deras setelah suhu udara tercatat terus meningkat selama beberapa waktu.

Pantauan di Kantor Daerah Kerja Mekkah seperti dikutip pada laman liputan6.com, (29/8/16), hujan yang dimulai sekitar pukul 16.25 waktu Arab Saudi tersebut cukup deras dan disertai dengan suara guntur yang terus menggelegar. Video yang diunggah oleh salah satu jamaah asal Malaysia memperlihatkan betapa deras hujan kali ini.

[youtube src="k6TUbZepeBM"/]

Sementara itu di Masjidil Haram dan sekitarnya terpantau hujan juga turun dengan deras. Beberapa tempat disekeliling Masjid bahkan banjir untuk beberapa saat.

Namun selama hujan berlangsung aktivitas jamaah di lokasi tawaf tampak tidak terganggu. Ribuan jamaah tetap melanjutkan kegiatan thawaf mengelilingi Kabah. Beberapa diantara mereka terlihat menggunakan payung. Selama hujan turun area di kawasan Hijir Ismail ditutup dan tidak diberikan akses untuk masuk.

Semenjak hari ke-20 keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi, kali ini adalah hujan pertama setelah pada Sabtu (27/8) sempat terjadi angin kencang yang membawa sedikit bulir air.

Suhu udara untuk Minggu (28/8) tercatat 44 derajad celcius dengan kelembapan 38 persen dan kecepatan angin 4 kilo meter per jam.

Sementara itu Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat hingga Sabtu (27/8) sebanyak 83.011 jamaah haji Indonesia telah memadati Kota Makkah.(elf)

Al-Alusi (1217-1270 H/1803-1854 M) adalah seorang maha guru, pemikir, dan pamungkas ulama-ulama muhaqqiqin. Dia memiliki kemampuan yang komplit sebagai ulama'ul-ummah dan merupakan seorang pakar Tafsir yang menjadi rujukan berbagai ulama dan pelajar. Selain dikenal dengan keahliannya di bidang ilmu Tafsir, dia juga menguasai Fikih, Hadis, Tasawuf dan sastra bahasa Arab.

al-Alusi al-Kabir
salah satu karya al-Alusi
Al-Alusi berpegangan pada ajaran Ahlussunah wal Jamaah dalam urusan akidahnya dan mengikuti Tarekat Naqsyabandiyah dalam suluk dan usahanya dalam bertaqarrub kepada Allah. Sedangkan dalam urusan Fikih dan furu’iyah al-Alusi bermadzhab Syafii, namun dalam banyak hal dia mengikuti madzhab Hanafi. Bahkan dia juga memiliki kecenderungan berijtihad sendiri.

Nama lengkapnya adalah Abuts Tsana Syihabuddin Sayid Mahmud bin Abdullah al-Alusi al-Baghdadi. Dia merupakan keturunan alawiyah dan nasabnya bersambung hingga Rasulullah melalui jalur Sayidina Husein bin Sayidah Fathimah az-Zahra'.

Dia lahir pada Jumat, 14 Syaban 1217 H, di dekat daerah Kurkh, Baghdad, Irak. Keluarga besarnya, al-Alusi, merupakan keluarga terpelajar dan terhormat di Baghdad. Banyak sekali ulama besar yang lahir dari keluarga ini. Dalam kitab-kitab biografi ulama, dia dikenal dengan sebutan al-Alusi al-Kabir, untuk membedakannya dengan ulama lain dari keluarga al-Alusi yang memiliki kesamaan nama dengannya.
Mahmud bin AbduLlah al-Alusi yang bergelar Syihabuddin adalah seorang mufassir, ahli Hadis, dan pakar humaniora. Sebagian ulama menyebutnya sebagai salah seorang pembaharu (mujaddid).” (Musthafa bin Oahthan al-Habib, sejarawan, penulis kitab al-Auham al-Waqi‘ah fi Asma'il-Ulama' wal-A'lam)
Nama al-Alusi sendiri berasal dari kata Alus, suatu tempat di tengah sungai Eufrat yang terletak di antara kota Abu Kamal dan kota Ramadi. Konon, seperti yang dijelaskan Khairuddin bin Mahmud az-Zirikli ad-Dimasyqi dalam kitab al-A'lam, nenek moyang keluarga ini pertama kali sampai ke Alus karena melarikan diri dari kekejaman Hulagu Khan dan pasukan Tartarnya saat memporak-porandakan kota Baghdad.

Tawadhu Sejak Kecil

Al-Alusi dikenal sangat kuat hafalannya dan memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga dia hampir tidak pernah lupa terhadap apa yang pernah didengarnya. Dia juga selalu giat, antusias, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan aktifitasnya. Karakternya yang positif ini memudahkannya dalam mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan.

Al-Alusi memulai masa belajarnya sejak usia dini. Mula-mula dia belajar mengenal agamanya kepada ayahnya sendiri, Abdullah al-Alusi. Di bawah bimbingan ayahnya, dia mendapatkan bekal pengetahuan yang cukup untuk melakukan rihlah dan petualangannya dalam mencari ilmu.

Dalam kitab Fihrisul-Faharis wal-Atsbat, Abdul Hayyi bin Abdul Kabir al-Kattani menyebutkan bahwa al-Alusi tercatat telah mengaji dan meriwayatkan ilmu dari sekitar 70 ulama besar di zamannya. Di antara ulama yang pernah dia timba ilmunya adalah:
  1. Abdurrahman al-Kazburi
  2. Abdul Lathif bin Hamzah Fathullah al-Bairuti
  3. Syamsuddin Muhammad Amin bin Abidin Mukatabah
  4. dan Syamsuddin Muhammad at-Tamimi al-Hanafi.

Guru-gurunya yang paling banyak berasal dari Irak. Di kota Seribu Satu Malam ini, al-Alusi berguru kepada Alauddin Ali al-Maushili, Ali bin Muhammad Said as-Suwaidi, Abdul Aziz bin Muhammad asy-Syawwaf, dan ulama-ulama besar lainnya. Selain itu, dia juga pernah berkumpul dan saling bertukar ijazah dengan pembesar ulama Turki, Syaikhul Islam Arif bin Hikmat Bik sewaktu berkunjung ke Istanbul.

Di masa-masa belajarnya, al-Alusi tidak sekadar belajar ilmu Syariat. Dia juga mendalami ilmu Tasawuf dan mengikuti jejak Langkah para ulama tarekat Naqsyabandiyah. Oleh sebab itu, al-Alusi dikenal sebagai pribadi yang tawaduk dan memiliki akhlak dan tata krama yang terpuji.

Salah satu sifat tawaduknya adalah sikap takzim dan penghormatannya yang luar biasa kepada guru-gurunya. Dalam kitab Tafsirnya (Ruhul-Ma'ani, XXVI/133), dia menuturkan bahwa sepanjang hidupnya dia tidak pernah mengetuk pintu rumah guru-gurunya.

Sikap luhur tersebut terinspirasi dari tulisan yang pernah dia baca di waktu kecil. Dalam tulisan itu dikisahkan bahwa suatu saat Ibnu Abbas mendatangi rumah Ubai bin Ka'ab untuk belajar dan mengambil ilmu al-Quran darinya. Ubai bin Ka’ab sendiri merupakan ulama pakar al-Quran dari kalangan shahabat Rasulullah saw. Sesampai di depan rumah Ubai bin Ka'ab, Ibnu Abbas tidak berani mengetuk pintu rumahnya. Ibnu Abbas hanya berdiri di depan pintu dan menunggu Ubai bin Ka’ab keluar. Ketika Ubai bin Ka'ab keluar dan tahu apa yang dilakukan oleh Ibnu Abbas, dia pun bertanya, "Kenapa tidak kamu ketuk saja pintunya, Ibnu Abbas?”

Ibnu Abbas menjawab, "Orang berilmu di kalangan masyarakatnya seperti seorang Nabi di tengah-tengah kaumnya. Sedangkan Allah swt berfirman mengenai hak Nabi-Nya,

وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ
Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu (Muhammad) keluar menemui mereka, sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka.(QS. Al Hujurat: 5)

Menyingkap Makna yang Tersembunyi

tafsir Ruhul Ma'ani
Al-Alusi sangat produktif dalam menulis kitab. Di antara karya-karyanya adalah:
  1. Ruhul-Ma'ani fi Tafsiril-Qur'an al-'Azhim was-Sab'al- Matsani
  2. al-Fawa'id as-Saniyah
  3. Durratul-Ghawash fi Auhamil-Khawash
  4. al-Maqamat al-Alusiyah
  5. an-Nafahat al-Qudsiyah, dan banyak karya Lainnya baik yang sudah dicetak maupun yang masih dalam bentuk manuskrip.

Karya tulisnya menggambarkan kedalaman ilmunya, terutama kecenderungannya yang kuat terhadap pembahasan ilmu tasawuf. Kecenderungan ini juga tampak dalam maha karyanya, Tafsir Ruhul-Ma'ani yang dia tulis pada saat menjadi mufti di kota Baghdad.

Dalam Mu'jamul-Mu'allifin disebutkan bahwa al-Alusi kemudian mengundurkan diri dari jabatan mufti Baghdad yang dia emban selama lebih kurang 15 tahun sejak tahun 1248 H. dan lebih memilih menyibukkan diri untuk menyelesaikan penyusunan Tafsirnya yang sempat terbengkalai karena kesibukannya.

Konon, latar-belakang penulisan Tafsir ini adalah pada suatu malam Jumat di bulan Rajab 1252 H. dia bermimpi mendapat titah dari Allah untuk melipat langit dan bumi, lalu disuruh memperbaiki bekas-bekas kerusakan padanya. Dia kemudian mengangkat satu tangannya ke arah langit dan tangan lainnya ke tempat mata air. Lalu dia terjaga dari tidurnya.

Al-Alusi kemudian melakukan permenungan diri dan penelusuran terhadap arti mimpi yang dia alami. Dia kemudian mendapatkan kesimpulan bahwa tafsir mimpi tersebut adalah dia diperintah untuk untuk mengarang kitab tafsir yang kelak akan menjadi rujukan para ulama dan pelajar Tafsir al-Quran.

Dalam karya agungnya ini, al-Alusi memberikan sentuhan yang berbeda dari Tafsir mainstream. Dia tidak hanya menjelaskan kosa-kata, asbabun-nuzul, kesimpulan hukum, dan aspek lahir lainnya dari ayat-ayat al-Quran. Dalam sebagian uraiannya, dia memasukkan perspektif sufistik sebagai upaya untuk menguak makna batin yang tersembunyi dari ayat-ayat al-Quran.

Kitab ini diberi nama Ruhul-Ma'ani fi Tafsiril-Qur'an al-'Azhim was-Sab'al- Matsani. Konon, yang memberikan nama adalah Ali Ridha Pasha, Perdana Menteri dalam pemerintahan Sultan Mahmud Khan bin Sultan Abdul Hamid Khan dari dinasti Turki Utsmani.

Al-Alusi wafat pada 25 Dzul Hijah 1270 H dan dimakamkan di dekat maqbarah-nya Syekh Ma’ruf al- Kurkhi (atau al-Karkhi), salah seorang tokoh sufi legendaris dari kota Kurkh. Dia meninggalkan dunia fana ini setelah membaktikan hidupnya untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu dan agamanya.

Muntahal Hadi
Buletin Sidogiri Edisi 99, Rabiul Awal 1436 H.

[youtube src="XkMtDmbVzvo"/]

Yusuf Estes mungkin adalah nama yang cukup familiar bagi Anda. Mantan pendeta asal negeri paman Sam ini kini kerap memberikan ceramah untuk mengenalkan Islam di beberapa negara di mana Islam dianggap asing. Ceramah beliau kerap menampilkan topik-topik menarik yang cukup mengejutkan bagi mereka yang belum banyak mengenal Islam.

Video di atas adalah ceramah beliau di Fayetteville, Arkansas. Dalam ceramah terbuka itu Yusuf menjelaskan bahwa Islam penuh dengan kasih dan pengampunan. Islam menekankan pada pemeluknya bahwa tubuh punya hak yang harus dipenuhi oleh pemiliknya. Orangtua, isteri, anak, tetangga dan binatang juga memiliki hak yang harus dipenuhi. Bahkan kasih Islam juga merahmati mereka yang memusuhi dan memerangi Islam itu sendiri.

Selamat menonton.

Jakarta — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabuaten Bogor, Jawa Barat Romdoni berharap, terselenggaranya Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara ke-4 yang berlangsung di Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor, Jabar bisa lebih mendekatkan kaum muda dengan Agama dan ilmu tasawuf.

muzakarah tasawuf

Terlebih, menurut dia, dewasa ini bangsa generasi muda Indonesia masih jauh dengan nilai-nilai agama. Sehingga, pemerintah harus bisa mengambil peran untuk menciptakan generasi muda yang berakhal dan beradab.

“PCNU Bogor sangat mengharapkan sekali perhatian pemerintah, agar pelajaran agama bisa ditumbuhkan kepada generasi muda melalui kegiatan keagamaan, kenapa demikian, karena kita sadar bahwa bangsa ini merdeka bebas dari penjajahan secara fisik dan pikiran, itu adalah berkat perjuangan ulama-ulama tarekat,” ujar Romdoni dalam pembukaan Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara ke-4, di Cibinong, Bogor, Kamis (25/8).

Seperti halnya, kata dia, ketika itu Syeh Ahmad Khatib Sambas bin Abd al-Ghaiffar al­Sambasi al-Jawi yang lahir pada 1803-1875 Masehi melakukan pergerakan melawan penjajah. Syeh Khatib Sambas merupakan ulama besar yang melahirkan dua tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Sehinga, PCNU Kab Bogor sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya acara tauhid dan tasawuf yang digelar di Ponpes Raudhoh Al-Hikam, Cibinong, Bogor.

“Hal ini menjadi kebanggaan selaku pengurus PCNU Kab Bogor atas kepercayaan dari tuan rumah yakni Abuya Syeh Amran Waly Al-Khalidi yang menggelar tasawuf se-Asia Tenggara dengan tema ‘Menyongsong Generasi Baru dan Memberkahi Nusantara’, dimana hari ini kita merasakan bahwa generasi muda jauh dari ajaran agama apalagi tasawuf.”

Jika pemerintah bisa memberikan hadiah atas prestasi para atlet yang menang Olimpiade di Rio de Jeneiro, Brasil, ujar dia, kenapa pemerintah tidak bisa mendukung pembelajaran agama kepada kaum muda. “Karena itu, saya menyampaikan ke pemerintah agar memberikan perhatian besar kepada ulama tarekat, karena kita lihat pemudah saat ini jauh dari nilai-nilai agama. Maka tasawuf yang sudah berperan dalam peradaban di masyarakat kita harus diterapkan.”

Terlebih, pembekalan agama saat ini belum sepenuhnya merata sampai ke masyarakat baik itu di kota mau pun di daerah. “Kita tahu, yang hari ini banyak orang-orang hanya belajar sampai di mulut saja, belum sampai masuk ke krongkongan. Tasawuf ini diajarkan agar agama itu dipelajari bukan hanya dimulut saja, melainkan masuk dalam krongkongan maka sangat pas tasawuf pas diterapkan dalam lingkungan kita. Dimana kita saat ini banyak dosa, begitu juga bangsa kita didekatkan dengan kondisi yang memprihatinkan.”

Sumber aktual.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget