Metode Rantai Emas Untuk Pengentasan Kemiskinan

B. Uraian judul

B.1. Arti kata

  • Gold artinya adalah emas, kencana1Echols, M. John. dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia..
  • Chain artinya adalah rantai2Idem.
  • Method artinya yaitu cara, metode3Idem.
  • Building yang terdiri dari patron kata dasar build dan tambahan ing artinya adalah pembangunan4Idem.
  • Economic artinya adalah masalah-masalah ekonomi5Idem.
  • Dan Poor artinya adalah miskin atau melarat6Idem.

Dari arti di atas, berarti Gold Chain Method (disingkat GC Method) adalah sebuah gerakan ‘rantai’ emas untuk mengentaskan problem-problem kemiskinan. Dikatakan rantai, karena didalam metode GC Method ini, akan ada sebuah keterikatan dan rantai antara satu anggota ke anggota lain, dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Dan mainstream dari GC metode adalah kesejehteraan berantai dari satu anggota ke anggota lain. Yang akhirnya tercipta kesejahteraan umum atau maslahah ‘ammah. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

C. Penjelasan GC Method

C.1. Pembangunan BFC ( Building of Financial Capital)

BFC atau Building of Financial Capital adalah pembangunan dan penggalian modal. Tahap awal ini sangat urgen. Karena, suatu kemustahilan dalam sebuah pergerakan ekonomi tidak diawali dan didasari dengan modal. Dan tentunya, tidak cukup dengan ‘modal’ berani atau semangat. Tapi lebih penting dari itu, dibutuhkan modal berupa financial.

Adapun metode BFC bisa berupa :

  1. Pengumpulan Modal dari anggota
    Pengumpulan modal dari anggota ini bisa berupa penarikan sejumlah uang yang sama dan dikelola secara bersama. Dan ini berupa akad syirkah. Dan dalam program GC method ini yang lebih diutamakan adalah pengumpulan dana dari banyak anggota.
  2. Modal dari Bank dan atau lembaga simpan pinjam
    Pengumpulan dana dari bank atau lembaga simpan pinjam ini berupa meminjam atau hutang sejumlah uang pada bank, dan setelah itu dikelola.

Tapi, penulis lebih menitikberatkan BFC dari anggota. Karena jika modal dari bank, maka akan mengalami banyak hal yang tidak menguntungkan, diantaranya adalah bunga dan kerugian ditanggung perorangan. Berbeda dengan penarikan modal dari anggota. Maka, kerugian ditanggung bersama, dan suku bunga pun tidak ada. Dan sifat kekeluargaan dalam GC method ini lebih dikedepankan.

C.2. Rancangan Usaha (Effort Planning)

Tahap Effort Planning atau disingkat (EP) ini dilakukan setelah tahap awal yaitu modal sudah tersedia. Tahap EP ini dilakukan dengan membidik bisnis yang memang berpeluang, baik secara financial atau keuntungan bersama secara keanggotaan.

EP ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, dan asal bidik saja. Karena, akan berdampak fatal. Tapi, bukan berarti tidak berani membidik atau bergerak. Lebih dari itu, EP harus melihat peluang dan efesiensi suatu planning record atau planning usaha. Dan dalam makalah ini akan dijelaskan tentang EP berupa usaha budidaya lele yang akan dijelaskan berikut ini.

C.3. Rancangan Marketing (Marketing Planning)

Step ini tidak jauh pentingnya dari step-step sebelumnya, karena marketing-selling ini sangat dibutuhkan oleh sebuah bisnis. Dan tentunya, GC Method mempunyai trik untuk marketing ini. Dan diantara caranya adalah sebagai berikut :

  • Octopus Marketing (OcMarket)Atau (Gurita pemasaran)
    Kita tahu, bahwasanya organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama adalah sebuah organisasi besar, dengan pengikut yang banyak. Dan Indonesia memiliki penduduk yang besar. Oleh karena itu, ini adalah pangsa pasar yang sangat menggiurkan. Tentunya, tidak harus pangsa pasar adalah Nahdliyin (warga NU), tapi jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar pun sangat menguntungkan bagi sebuah usaha. Adapun OcMarket atau Octopus Marketing (Gurita Pemasaran) adalah metode pemasaran yang melakukan selling kepada konsumen secara langsung, atau pun dapat melakukan perekrutan untuk menjadi tengkulak.
  • Star Marketing Planning (Smar-P)
    Star Marketing Planning adalah sebuah perencanaan Bintang pemasaran. Dikatakan bintang, karena produsen akan menjual sendiri. Dan planning ini bisa berdampak positif dan negative. Adapun dampak positifnya adalah:

    1. Produsen bisa mengatur harga pasar sendiri.
    2. Produsen mampu mendapatkan untung lebih, karena tidak harus memikirkan harga ‘di tangan kedua’, dan konsumen bisa langsung menikmati harga dari produsen.
    3. Produsen bisa lebih kreatif dan lebih mendengarkan suara konsumen, karena terjadi kontak langsung dengan konsumen.

    Dan, dampak negativnya adalah:

    1. Metode ini sangat menguras waktu dan melelahkan, karena produsen disamping dipaksa memikirkan produksi, juga dipaksa menguras tenaga untuk marketing-selling.
    2. Berdampak negative jika tidak diimbangi dengan relasi dan affiliate yang kuat untuk marketing.
    3. Metode ini pun sangat berbahaya jika tidak diimbangi dengan ‘fitrah’ manusiawi, karena produsen mampu memonopoli harga dan barang produksinya.

Silakan klik nomor di bawah untuk membuka halaman lain dari artikel “Metode Rantai Emas Untuk Pengentasan Kemiskinan”!

halaman 1 halaman 2 halaman 3
Muhammad Ufi Ishbar Naufal

Penulis adalah khadimul ma’had dan pengajar di Madrasah Diniyah, Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.