Metode Rantai Emas Untuk Pengentasan Kemiskinan

D. Studi Pendalaman, Aplikasi dan Pengayaan dari Gold Chain Method

Setelah kami jelaskan view of basic Gold Chain method, maka kami perlu lebih spesifikasi lagi dengan pengayaan dan aplikasi pada sebuah usaha. Dan usaha yang menjadi ‘proyek’ kami adalah budidaya lele. Adapun step-stepnya sebagai berikut:

Step One : Pendanaan dan permodalan

Step one ini, yaitu pendanaan dan pencarian modal. Dalam step ini, bisa dilakukan melalui iuran dari beberapa orang kaya, dan selanjutnya mereka menjadi investor. Dan akad dalam syari’ahnya adalah akad syirkah. Investor ini bisa hanya memberikan sejumlah dana untuk diolah oleh orang lain, atau pun mereka bisa ikut nimbrung dalam usaha ini. Atau step ini dapat dilakukan melalui hutang pada bank.

Step Two : Effort Planning

Setelah dana itu telah tersedia, kita melangkah step two, yaitu effort planning. Dalam budidaya lele, kita bisa melakukan banyak planning untuk melakukan sebuah usaha, diantaranya:

  1. Lele dapat dijual per ekor, yang selanjutnya bisa diolah menjadi pecel lele, pepes lele dan seterusnya.
  2. Lele dapat diolah menjadi abon lele
  3. Lele dapat diolah menjadi kerupuk lele
  4. Lele dapat diolah pula menjadi bakso lele.

Step three : Marketing Planning

Tentunya, permasalahan selanjutnya adalah marketing-selling. Karena pemasaran produk begitu penting, maka menjadi keharusan bagi sebuah usaha untuk memiliki marketing system yang baik dan rapi.

Untuk pemasaran ikan lele ini sangatlah menarik. Karena, disamping ikan lele bisa diolah menjadi pecel lele yang sangat digemari oleh banyak kalangan, lele pun bisa diolah menjadi abon lele atau krupuk lele sebagaimana telah dijelaskan diatas.

Adapun pemasarannya menggunakan metode OcMarket seperti yang telah kami singgung diatas, maka bisa dilakukan dengan:

  1. Perekrutan ‘anak’ OcMarket
    Hal ini, dilakukan dengan perekrutan anggota untuk menjadi marketing atau menjadi seller. Anggota yang direkrut bisa dari warga NU atau non-NU. Dan tentunya, perekrutan ini dipilih dengan anggota yang memiliki ‘syarat-syarat’ bekerja, seperti memiliki dedikasi dan potensi seller, memiliki ‘rasa’ giat yang tinggi, dan sebagainya. Perekrutan ini sangat penting, dan sangat efektif jika bergabung dengan instansi ormas seperti NU. Karena misalnya, NU cabang Sumatera bisa mengorganisir, mendata, dan mengontrol warganya yang menjadi ‘anak’ dari OcMarket. Mendata dengan mengontrol warganya yang memerlukan lapangan pekerjaan dan memang ‘layak’ untuk bekerja, mengontrol warganya tadi dengan selalu menilik dan mempelajari kinerjanya. Tentunya, produksi yang akan dinikmati dan dipasarkan untuk NU cabang Sumatra bukan pecel lele, tapi krupuk lele ataupun abon lele. Karena, jika berupa pecel lele dengan mengirim atau mengekspor lele, maka akan berefek samping berat, diantaranya adalah takut busuk atau pun rusak.
  2. Marketing dengan Star Marketing Planning method
    Dalam hal ini, maka kita akan menyediakan produksi lele, baik berupa seekor lele utuh, atau pun abon lele, krupuk lele dan berbagai macam lainnya. Dan kita akan menjadi produsen tunggal atau star marketing, dan akan didatangi para tengkulak atau pun konsumen kecil-kecilan. Akan tetapi, dalam GC Method, kita akan menerapkan dua hal marketing ini, baik itu Octopus Marketing atau pun Star Marketing Planning. Karena, hal ini sangat berguna bagi kelancaran produksi.

E. Epilog

Kemiskinan adalah sebuah fenomena, dan musibah nasional bahkan global. Tidak hanya pemerintah yang terus dituntut untuk mengentaskan dan mengatasinya. Tapi lebih dari itu, setiap individu dan atau kelompok untuk terus berusaha mencoba membenahinya. Apalagi sebagai orang muslim, kita harus mencoba membenahi dan membantu saudara kita yang miskin.

Syeikh Yahya Bin Syarofuddin Annawawi dalam kitab minhaj menuturkan untuk menolak kemadharatan orang muslim, baik itu berupa membantu dalam kemiskinan dan atau lainnya. Dan beliau menjelaskan bahwa ini pun termasuk fardlu kifayah1Annawawi, Abi zakariya yahya bin syaraf. Minhajuttolibin. Hal. 518..

Setelah kita sadar akan banyaknya kebutuhan keseharian (daily need) maka pemenuhan kebutuhan menjadi mutlak adanya. Dan pengentasan kemiskinan pun menjadi pokok.

Melalui GC Method, kita mencoba melakukan ‘gebrakan’ dengan membangkitkan etos kerja, dan tentunya akan berdampak pada kebangkitan perekonomian, terutama bagi kaum santri. GC Method ini pun tidak terus mengedepankan duniawiy dengan menanggalkan ukhrowiy. Tapi lebih dari itu, BEP terus memadukan dua hal ini. Karena duniawiy dan ukhrowiy adalah ibarat dua mata uang yang tidak memungkinkan untuk dipisahkan.

Tidak terlalu mengedepankan duniawi dengan membantu mencarikan win solution bagi sesama anggota, atau lainnya. Membantu dengan menyediakan lapangan pekerjaan melalui perekrutan menjadi anak OcMarket, atau pun bisa menyediakan lapangan pekerjaan dengan menjadi bagian dari produksi.

GC Method adalah sebuah metode dan aplikasinya dalam mengentaskan kemiskinan dan economic problem dalam masyarakat, terutama bagi kaum Nahdliyin. GC Method adalah sebuah ‘proyek’ yang sederhana dan tidak muluk-muluk, karena GC Method sangat mudah untuk dilakukan. Kalau pun dirasakan sulit, itu tidak lain disebabkan dari organisir yang kurang tepat atau pun sebab-sebab lainnya.

Dan akhirnya, dengan GC Method kita akan membangun sebuah ‘peradaban perekonomian’ yang dihalalkan oleh agama, dan menjadi sebuah kemandirian ekonomi pesantren yang jaya.

Setelah melihat Gold Chain ini, maka diharapkan dapat mengurangi dan ataupun membantu mengentaskan kemiskinan, dan tercipta lapangan usaha. Baik itu lapangan usaha yang tersedia melalui EP (Effort Planning) atau MP (Marketing Planning). Dan dengan mendapatkan pekerjaan, maka kemiskinan itu dengan sendirinya dapat teratasi. Wallahu a’lam.

halaman 1 halaman 2 halaman 3
Muhammad Ufi Ishbar Naufal

Penulis adalah khadimul ma’had dan pengajar di Madrasah Diniyah, Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.