Fatwa Sesat Kyai Yang Salah Sasaran

Seorang kyai muda berencana untuk menyempurnakan rukun Islam dengan menunaikan ibadah haji. Tidak seperti sekarang yang harus antri belasan tahun lamanya, di tahun 2006 itu kaum muslimin Indonesia masih relatif mudah jika berniat untuk melaksanakan haji. Kontan beberapa sahabat dan jamaah kyai itu berniat menyertai beliau untuk bersama-sama pergi ke tanah suci. “Mumpung kyai sendiri yang berangkat, kapan lagi kita dapat bimbingan ibadah gratis?” Begitulah kira-kira yang mereka fikirkan.


Setibanya di kota suci Makkah, sang kyai tinggal bersama 3 sahabat karibnya. Salah seorang sahabat kyai ini (sebut saja namanya Adong) begitu memanfaatkan waktu-waktunya bersama sang kyai. Apapun yang berkaitan dengan rukun, syarat, atau segala hal seputar haji selalu ia tanyakan terlebih dahulu kepada kyainya.

Suatu ketika, disaat bapak kyai sedang asik muthala’ah mempelajari fatwa dan pendapat ulama’ seputar ritual dan kesempurnaan haji, Adong nyeletuk bertanya “Yai, menurut sampean lebih afdhol mana antara jubah putih atau coklat?”. Tanpa memalingkan pandangannya dari kitab Al-Idhah fi Manasik al-Haj wa al-Umrah, beliau menjawab “putih”. “Mengapa putih kyai?” lanjut Adong. Masih asyik dengan bacaannya, kyai menjawab “sebab, putih adalah warna utama menurut nabi SAW. Lihat saja disini, dari imam masjid sampai raja Fahd sendiri, jubah yang mereka pakai berwarna putih.”

Malam itu sehabis jamaah sholat Isya’ di Masjid al-Haram, pak kyai datang dengan menenteng bungkusan. Sahabat-sahabat beliau yang penasaran segera mengerumuni beliau. “pak yai habis belanja?” tanya seorang teman. “Iya” jawab beliau. “Coba lihat pak kyai..” Adong dengan sopan mengulurkan tangan, ingin tahu apa isi bungkusan tersebut.

Begitu berhasil membongkar belanjaan sang kyai, muka Adong tampak sangat kecewa. “Loh, pak yai beli jubah coklat? Padahal tadi saya pingin sekali jubah warna coklat, tapi sampean suruh saya beli yang warna putih. Ini fatwa menyesatkan namanya!”. Pak kyai sedikit kebingungan, tapi cepat beliau menjawab “Kalo saya, jubah warna putih kan sudah banyak pak. Jadi boleh lah beli yang coklat”.

Melihat itu, jamaah lain tersenyum cekikikan. “Pak Adong, makanya kalau minta fatwa yang jelas dong! Biar jawaban kyai bisa tepat sasaran.” Hahaha. (Elfa)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.