Mitos Kabikaj Mantra Ampuh Pengusir Rayap

Mitos mantra anti serangga Kabikaj sudah sangat populer di pondok pesantren salaf, hampir tiap santri mengenal mantra satu ini bahkan mereka juga menulis mantra ini di kitab-kitab kuning mereka sesuai anjuran dari seniornya.


Seorang santri senior berkata pada juniornya ” Tulislah mantra Kabikaj 3x di halaman pertama kitabmu dengan tanpa bernafas dan lebih baik didahului membaca al-fatihah agar kitabmu tidak di makan rayap”. Haha jadi teringat masa-masa dipesantren saat penulis mengikuti anjuran senior untuk menulis mantra Kabikaj 3x dengan khusyuk menahan nafas, tanpa tau apa arti dari kabikaj dan dari mana mitos ini berasal.

Mantra Kabikaj pertama kali ditemukan di salah satu manuskrip yang berasal dari Aceh pada abad ke 19 M, dalam kamus bahasa arab kontemporer karya H.Wehr, Kabikaj merupakan kombinasi dari bahasa Persia-Indo yang di arabkan (musta’rob).

Dalam kamus bahasa Persia, Kabikaj artinya raja serangga ada juga yang mengartikan dengan malaikat yang ditugaskan untuk menjaga serangga. Kabikaj memiliki makna yang sama dengan Dayekhda (دايخدا) dalam bahasa Suryani, yakni malaikat yang ditugaskan menjaga serangga.

Sumber lain menyebutkan bahwa, Kabikaj merupakan nama dari salah satu jenis tumbuhan yang mengeluarkan bau yang tidak sedap hingga tak ada satupun serangga yang mendekat. Konon, proses percetakan pada umumnya menggunakan bahan semisal minyak ikan, kanji, madu dan putih telur untuk merekatkan perhalaman dan jilid sebuah manuskrip. Bahan-bahan diatas tentu sangat mengundang serangga seperti rayap untuk menggerogotinya, dalam rangka mencegah hal tersebut maka dicampurkanlah tumbuhan Kabikaj yang sudah di tumbuk dalam bahan utama perekat agar serangga seperti rayap enggan mendekat.

Cerita yang berasal dari masyarakat Persia dan India menyatakan bahwa kitab yang halaman awal dan akhirnya ditulisi Kabikaj sebanyak-banyaknya maka kitab tersebut pasti aman dari rayap, karena Kabikaj adalah nama malaikat penjaga rayap sehingga rayap tidak berani mendekat, dari cerita inilah kemudian muncul mitos Kabikaj mantra pengusir rayap di kalangan pondok pesantren.

Seiring waktu berlalu, Kabikaj mengalami perubahan bentuk kata (derivasi) sehingga menjadi Akikanj (أكيكنج), Kanikaj (كنيكج), Kih (كيح), Kikah (كيكح), Bikikaj (بكيكج) dan lain-lain.

Nah, sobat santri itulah sedikit penjelasan tentang makna Kabikaj dan dari mana mantra itu berasal.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.