5 Tips Agar Betah Mondok dan Ngaji di Pesantren

Sebelum lebih jauh kita ulas tips agar betah mondok, terlebih dulu kita harus mengerti arti dari kata “Mondok”. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia tidak ditemukan kata “Mondok”, mondok adalah sebutan untuk kegiatan seseorang yang sedang menimba ilmu jauh dari keluarga dan menetap dalam waktu yang lama dengan tujuan khidmat (mengabdi) kepada Kyai yang disertai dengan menjauhi keinginan hawa nafsu tentunya dengan harapan semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dan orang yang sedang mondok dikenal dengan sebutan “Santri”.

Anak-anak zaman sekarang pada umumnya merasa tidak betah mondok, mungkin karena mereka belum mengenal pondok atau tidak hidup dilingkungan pondok pesantren, sehingga mereka susah beradaptasi dengan kegiatan pesantren yang penuh dengan aturan serta larangan yang hanya ditemukan dipondok. Seperti larangan memegang hp, nonton tv dan bahkan hanya sekedar mendengar musik.

Kali ini AlaSantri akan membagikan kiat serta tips agar betah mondok dan ngaji di pesantren. Jika Anda, putra Anda, kerabat atau kenalan Anda merasa tidak kerasan di pondok, maka Anda harus membaca tips berikut ini.

1. Jangan terlalu sering minta dikunjungi ortu/izin pulang ke rumah

Santri yang keseringan pulang kampung atau dikunjungi orang tuanya acap kali tidak lagi betah di pondok. Saat santri pulang tentu akan menyebabkan ia lupa segala larangan yang ada di pesantren. Misalnya, bermain HP, nonton TV, dsb.

Nah, saat pulang para santri biasanya melakukan segala kegiatan dan permainan yang dilarang di pondok, hingga akhirnya akan membuat santri malas untuk untuk kembali lagi ke pondok, karena merasa di pondok segala kesenangan yang ada di rumah akan hilang.

Oleh karna itu kebanyakan orang memilih untuk menuntut ilmu di tempat yang jauh dari rumah, agar tidak mudah untuk pulang.

Begitu juga terlalu sering dijenguk orang tua itu merupakan hal yang kurang baik (terutama bagi santri cilik/santri baru mondok) karena akan mengganggu kosentrasi santri, dan membuat santri ingin ikut pulang bersama orangtuanya saat dijenguk. Saran terbaik dari penulis bagi ortu adalah untuk tidak terlalu sering menjenguk, jenguklah putra Anda maximal sebulan sekali.

2. Minta doa dari Kyai supaya betah mondok

Minta barokah do’a dari kyai adaalah cara yang ampuh untuk membuat hati betah dan kerasan di pondok. Selain itu, sebelum berangkat ke pesantren, mintalah doa restu dari orang tua, kakek, nenek, kerabat maupun tetangga. Apalagi umumnya pada saat pamitan mau berangkat ke pondok biasanya kerabat tak sedikit yang memberikan tambahan uang saku, lumayan buat nambah uang jajan.

Selain do’a dengan bertawassul, berdo’alah sendiri dengan sepenuh hati. Dari pengalaman penulis biasanya santri baru selalu diajarkan doa ini oleh seniornya supaya tenang dan betah di pondok.

Do’a supaya sabar dan betah mondok:

رَبَّناَ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَبِّتْ أَقَدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْن. رَبَّنَا لاَتُزِعْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب. اَللَّهُمَّ ثَبِّتْنِى أَنْ اَزِلَّ وَهْدِنِى اَنْ اَضِلَّ. اَللَّهُمَّ كَمَا حُلْتَ بَيْنِى وَبَيْنَ قَلْبِى فَحُلْ بَيْنِى وَبَيْنَ الشَّيْطَانِ وَعَمَلِهِ. اَللَّهُمَّ اِنِّى اْسْأَلُكَ نَفْسًا مُطْمَئِنَّةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَرْضَ بِقَضَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ.

3. Berbaur dan mencari teman, jangan suka menyendiri

Santri baru yang susah bergaul atau pendiam pada umumnya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan pondok. Apalagi di pondok teman-teman yang akan ditemui semuanya belum dikenal. Oleh karna itu calon santri baru harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk bergaul, memperkenalkan diri dan membaur bersama yang lain.

Untuk permulaan, santri baru bisa mencatat nama-nama teman barunya beserta alamatnya, sehingga ia lebih cepat dalam menghafal nama-nama teman barunya. Kegiatan mencatat nama-nama ini sangat ampuh mencairkan kebosanan dan suasana asing saat pertama nyantri.

Jika santri baru suka menyendiri, ia pasti melamun dan makhluk dunia lain dengan mudah dapat menggelitik hatinya agar ia tidak betah di pondok. Oleh karnanya ceriakan diri sobat dengan canda tawa, tangisan, keluh kesah bersama kawan. Dengan ini rasa bimbang, resah, gelisah insya Allah sirna.

Saran dari penulis, ajaklah kerabat, sahabat dan saudara untuk mondok bersama-sama supaya rasa sepi itu akan sirna.

4. Memiliki pengetahuan tentang pondok

Calon santri sebelum mondok harus terlebih dahulu mengetahui tentang kegiatan dan kehidupan pesantren, mulai dari pagi sampai malam. Calon santri juga harus memahami tata tertib dan disiplin yang berlaku di pondok, sehingga saat pertama kali menjalaninya ia tidak merasa kaget, karena sebelumnya telah mafhum dan mempersiapkan mental.

Saat memutuskan untuk mendaftar di pondok pesantren, saran dari penulis adalah untuk melakukan survey dan kunjungan terlebih dahulu ke lokasi pondok yang akan dipilih, agar semakin yakin dan mantap.

5. Bertawakkal kepada Allah SWT

Jika santri telah melakukan tips agar betah mondok yang telah penulis sebutkan di atas, insya Allah 99% bakal kerasan dan betah ngaji di pondok. Namun jika masih saja belum betah, maka bertawakkallah.

Tawakkal ini adalah jalan terakhir yang harus di tempuh calon santri baru jika ingin betah di pondok, berserah dirilah kepada Allah SWT. karena Dialah sebaik-baik dzat yang mengatur makhluknya, serahkan segala urusan kepadaNya seorang.

Penulis mengenal beberapa sahabat yang selama ada di pesantren mereka tidak merasa kerasan, bahkan sampai dinyatakan lulus. Namun mereka tetap berusaha memerangi nafsunya dengan cara tawakkal. Mereka mengerti bahwa berada di pondok pesantren membawa kebaikan untuk jiwa dan ruh mereka. Karena itu, meskipun mereka merasa tidak nyaman bertahun-tahun, mereka tetap bertahan. Hasilnya, mereka menjadi ulama sukses setelah menamatkan pelajaran.

Sekian tips agar betah mondok dari penulis, semoga bisa membuat sobat calon santri baru betah di pondok. Teruslah belajar dan teruslah mengaji, agar sekembali Anda dari pondok Anda dapat menularkan manfaat ilmu itu di kampung halaman Anda sebagaimana dawuhnya Kanjeng Nabi saw yang diriwayatkan oleh imam Bukhori; “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.”. (Jbl)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.