Kamu Ingin Mondok? Mau Kerja Apa Nanti?

Setelah lulus Kamu mau melanjutkan belajar dimana? Mondok? Mau jadi apa Kamu nanti? Apa Kamu gak susah cari kerjaan setelah lulus dari pondok? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sudah umum di lontarkan oleh anak muda jaman sekarang. Padahal mereka sama sekali tidak tau apa dan bagaimana kehidupan di pondok, tetapi mereka sudah menilai pondok pesantren sepihak tanpa mencari tau tentang pondok lebih jauh.


Pertanyaan tersebut memunculkan persepsi yang membuat banyak anak muda takut dengan hanya mendengar kata mondok. Mereka menggangap bahwa tinggal dan belajar di pondok membuatnya menjadi cupu, ketinggalan jaman, dan susah mencari pekerjaan setelah lulus nanti.

Tentu saja persepsi tersebut salah. Justeru di dalam pesantren, Kamu akan mendapatkan banyak hal yang sanggup mencerahkan masa depan Kamu kelak. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu dapatkan di pesantren untuk menyongsong masa depan dan cita-cita Kamu.

  1. Legalitas ijazah pesantren yang sudah diakui negara

  2. Persepsi santri kesulitan cari kerja sebenarnya berasal dari ijazah pesantren salaf yang (dulunya) tidak diakui negara. Namun berkat perjuangan para kyai, habaib dan santri, salah satunya lewat gerakan nasional “Ayo Mondok”, akhirnya terbitlah Peraturan Menteri Agama (PMA) No 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam dan PMA No 18 Tahun 2014 tentang satuan pendidikan muadalah pada pondok pesantren.

    Dengan adanya PMA muadalah ini pesantren salaf tetap bisa mengajarkan kitab kuning sebagai kurikulumya dan lulusan pesantrenya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena ijazahnya sudah diakui oleh negara.

  3. Mondok akan membuat kita lebih mandiri

  4. Anak muda yang memilih belajar di Pondok Pesantren pasti akan merasakan bagaimana suka cita menjadi seorang santri. Disana mereka akan belajar hidup mandiri, karena santri hidup jauh dari orang tua dan keluarga dan mereka akan bertemu dengan sesama santri yang sama sekali tidak mereka kenal sebelumnya.

    Di pondok pesantren para santri akan di bina oleh kyai, bu nyai, ustadz ataupun ustadzah. Hidup di pondok membuat mereka melakukan apapun sendiri dalam keseharianya. Bahkan setiap bulannya mereka di haruskan untuk mengatur keuanganya sendiri. Tentu hal ini mengajarkan pada para santri bahwa mereka harus mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain.

  5. Menghargai waktu

  6. Di pondok ada peraturan yang harus ditaati oleh para santri. Seperti peraturan kewajiban shalat berjamaah, mengaji, ataupun peraturan kapan boleh keluar pondok dan sampai mana batas keluarnya, dsb. Peraturan-peraturan itu melatih kedisiplinan santri, sehingga para santri lebih bisa menghargai waktu.

    Para santri biasanya tidak akan membiarkan waktunya habis begitu saja, karena mereka punya banyak aktifitas yang mesti dilakukan, baik aktifitas yang ada di pondok ataupun sekolah mereka. Bahkan untuk keluar pondok sekedar mencari sesuatu yang dibutuhkan biasanya para santri diwajibkan izin dulu supaya diperbolehkan keluar, dan harus kembali ke pondok sebelum waktu yang ditentukan habis atau mereka akan mendapatkan hukuman karena telat kembali ke pondok.

    Semua itu mengajarkan seorang santri untuk lebih efektif dan efisien dalam menggunakan waktu untuk belajar, bekerja dan beraktifitas.

  7. Memiliki ketabahan dan kasih sayang tinggi

  8. Tinggal di pondok pesantren tidak selalu menyenangkan. Para santri kadang juga merasakan yang namanya galau dan susah, sehingga membuat mereka kangen pada suasana rumah dan kangen pada keluarga. Bahkan sering dari mereka merasa tidak betah dengan kehidupan dipondok, tetapi mereka dituntut tabah dan terus menjalaninya dengan penuh kesabaran agar tidak menyesal dikemudian hari.

    Hidup penuh riyadloh seperti ini akan mematangkan mental seorang santri menjadi kuat dan tahan banting. Para santri juga akan belajar lebih menghargai orang-orang yang mereka cintai.

  9. Banyak teman

  10. Di pondok para santri dapat belajar memahami tentang karakter seseorang dari berbagai macam latar belakang yang tentunya hal ini sangat berguna saat mereka sudah pulang. Mereka juga bisa mengenal bahasa daerah dan adat dari teman pondoknya.

    Kehidupan di pondok pesantren menumbuhkan persahabtan dan rasa solidaritas yang tinggi. Di dalam pondok semua adalah keluarga sehingga ketika ada santri yang butuh bantuan maka santri lain tak akan segan membantu.

    Baca juga: 5 Tips Agar Betah Mondok dan Ngaji di Pesantren

  11. Menjadi pribadi lebih baik

  12. Pondok Pesantren bukan tempat yang apabila kita tinggal di dalamnya dijamin pasti membuat kita menjadi orang hebat, tapi pondok pesantren merupakan tempat dimana para santri mempelajari ilmu agama, sehingga hidup mereka bisa jauh lebih baik dari sebelumnya.

    Setelah lulus dan meninggalkan pondok pesantren, tidak akan ada rasa penyesalan karena pernah hidup di dalam tempat yang biasa di sebut penjara suci itu. Tak jarang, seorang santri yang telah sampai waktu untuk meninggalkan pesantren justeru meneteskan air mata haru penuh syukur karena telah memiliki kesempatan meneguk manisnya ilmu yang tidak akan ia rasakan di luar pesantren.

Jadi, jangan lagi ragu mondok dan belajar di kota santri! #AyoMondok #AyoNyantri #PesantrenkuKeren (Jbl)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.